Lemak Jenuh dan Tak Jenuh dalam Diet Kita

TAHUKAH ANDA

Rekomendasi buat temen-temen yang ingin diet. silahkan dipahami baik-baik ya.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lemak jenuh dalam diet kita dengan salah satu tipe artherosclerosis (pengerasan pembuluh darah arteri). Dalam kondisi yang dimaksud, terjadi penyempitan pembuluh darah karena terbentuknya plak. Pada akhirnya, plak ini akan mengeraskan pembuluh darah arteri dan mengurangi elastisitasnya. Hal ini akan menyebabkan peningkatan tekanan darah, karena darah harus
mealului saluran yang lebih sempit. Jika pembentukan plak terus berlanjut, dapat menyebabkan tersumbatnya aliran darah sehingga menyebabkan serangan jantung.

Hubungan itu tidak di temukan dengan asam lemak tak jenuh. Hasil penelitian terhadap masyarakat Inuit di Alaska dengan diet lemak yang tinggi dan tingkat kolestrol darah yang tinggi, ternyata sangat jarang yang menderita penyempitan pembuluh darah.

Lemak dalam diet masyarakat Inuit terutama berasal dari ikan, bukan hewan darat seperti masyarakat lainnya. Lemak ikan maupun lemak yang nabati kaya dengan asam lemak tak jenuh. Asam lemak dalam bentuk nabati adalah omega-6, ikatan rangkap pertama terletak pada atom karbon nomor 6 dari ujung rantai. Dua dari asam lemak omega-6 yang lazim ialah asam linoleat dan asam arakidonat. Sementara itu, asam lemak dalam minyak ikan terutama adalah omega-3. Tiga diantaranya adalah asam linoleat, asam eikosapentaenoat(EPA) dan asam dokosaheksaenoat(DHA).

Asam lemak omega-3 menurunkan kecendrungan pembentukan plak, sehingga mengurangi resiko
penyumbatan. Akan tetapi, kadar asam lemak omega-3 yang terlalu tinggi dapat meningkatkan
resiko pendarahan. Kelihatannya, diet yang terdiri dari ikan, seperti tuna, salmon, dan hiring dapat
menyediakan asam lemak omega-3 yang cukup untuk mengatasi masalah penyempitan pembuluh darah karena kasus tersebut.


2 Responses to " Lemak Jenuh dan Tak Jenuh dalam Diet Kita"

wdcfawqafwef