Rekomendasi buat temen-temen yang ingin diet. silahkan dipahami baik-baik ya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara lemak jenuh dalam diet kita dengan salah satu tipe artherosclerosis (pengerasan pembuluh darah arteri). Dalam kondisi yang dimaksud, terjadi penyempitan pembuluh darah karena terbentuknya plak. Pada akhirnya, plak ini akan mengeraskan pembuluh darah arteri dan mengurangi elastisitasnya. Hal ini akan menyebabkan peningkatan tekanan darah, karena darah harus
mealului saluran yang lebih sempit. Jika pembentukan plak terus berlanjut, dapat menyebabkan tersumbatnya aliran darah sehingga menyebabkan serangan jantung.
Lemak dalam diet masyarakat Inuit terutama berasal dari ikan, bukan hewan darat seperti masyarakat lainnya. Lemak ikan maupun lemak yang nabati kaya dengan asam lemak tak jenuh. Asam lemak dalam bentuk nabati adalah omega-6, ikatan rangkap pertama terletak pada atom karbon nomor 6 dari ujung rantai. Dua dari asam lemak omega-6 yang lazim ialah asam linoleat dan asam arakidonat. Sementara itu, asam lemak dalam minyak ikan terutama adalah omega-3. Tiga diantaranya adalah asam linoleat, asam eikosapentaenoat(EPA) dan asam dokosaheksaenoat(DHA).
Asam lemak omega-3 menurunkan kecendrungan pembentukan plak, sehingga mengurangi resiko
penyumbatan. Akan tetapi, kadar asam lemak omega-3 yang terlalu tinggi dapat meningkatkan
resiko pendarahan. Kelihatannya, diet yang terdiri dari ikan, seperti tuna, salmon, dan hiring dapat
menyediakan asam lemak omega-3 yang cukup untuk mengatasi masalah penyempitan pembuluh darah karena kasus tersebut.

Thank gan atas infonya, sukses selalu (y)
ReplyDeletewah bagus nih infonya buat diet biar maksimal
ReplyDelete